Wednesday, September 21, 2016



Bartolomeu Dias adalah penjelajah kedua Portugis,juga sebagai Ksatria Istana dan penjaga gudang kerajaan yang berusaha mencari rute dan tempat sumber rempah-rempah.karena dengan mendapatkan sumber rempah-rempah tersebut Portugis bisa membeli dengan harga yang lebih murah dan keuntungan yang berkali ganda  Pada tahun 1488 Bartolomeu Dias mulai  berlayar menyusuri pantai barat Afrika dengan melintasi Ghana,Angola,dan Namibia. Bartolomeu Dias mengitari sebuah tanjung tetapi belum berlabuh di tempat itu,dan terus menyusuri bagian timur Afrika melewati Mossel Bay dan Kwaihoek (Afrika Selatan). Bartolomeu Dias bermaksud terus berlayar sampai ke India,namun terpaksa kembali lagi karena awak kapalnya menolak melakukan perjalanan. Dalam perjalanan pulang inilah ia berlabuh di sebuah tanjung bebatuan di Afrika Selatan yang menghadap ke Samudra Atlantik. Dengan berlabuh ditempat tersebut,ia akhirnya mengetahui  bahwa  berlayar mengitari Afrika ( dari Barat ke Timur) itu hanya mungkin dengan mengitari tanjung tersebut dan para pelaut dapat mencapai India dan wilayah Timur lain melalui laut. Berdasarkan penemuan Bartolomeu Dias tersebut ,akhirnya Raja Jhon II menamai tanjung tersebut sebagai Tanjung Harapan karena melalui penemuan tanjung tersebut ada harapan besar secara ekonomis dari terbukanya rute laut ke India dan dunia timur lainnya.
   :http://saintpaul50.blogspot.co.id/2014/06/penemuan-benua-afrika.html
             

: Ratna Hapsari,Buku sejarah Indonesia kelas XI,Erlangga

Tuesday, September 20, 2016

Persaingan Negara-Negara Pencari Rempah-Rempah

pada saat Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Ottoman,maka para pedagang Eropa kesulitan untuk melakukan perdagangan di wilayah tersebut,padahal bagi para pedagang Eropa wilayah Konstantinopel adalah wilayah yang sangat penting sebagai lalu lintas perdagangan rempah-rempah dan produk-produk khas lain dari Asia seperti emas,perak,gading dan lain lain yang sangat dibutuhkan bagi bangsa barat. Dengan ditutupnya Konstantinopel maka stock barang-barang tersebut menurun drastis seedangkan kebutuhan semakin meningkat,hal ini sangat mempengaruhi perekonomian Eropa.oleh karena itu bangsa barat berusaha keras mencari sumber - sumber untuk mendapatkan rempah-rempah dan juga rute perjalanannya ke tempat rempah-rempah tersebut berasal. 
Portugis adalah yang pertama kali melakukan penjelajahan untuk mendapatkan sumber rempah-rempah Portugis mencoba melakukan pencarian sumber-sumber tersebut  jauh sebelum Konstantinopel jatuh ketangan Turki,dengan alasan bahwa keuntungan dari perdagangan akan jauh lebih besar jika bisa membeli langsung dari sumbernya tidak melalui perantara pedagang yang ada di wilayah Konstantinopel.untuk tujuan tersebut,maka Portugis mulai melakukan ekspedisi dibawah pimpinan Dom Henry pada tahun 1415. pada saat Konstantinopel jatuh ke tangan Ottoman,Portugis kembali melanjutkan ekspedisinya diikuti oleh Spanyol,Belanda dan Inggris,dimana mereka pada awalnya ingin berdagang dan memperoleh sumber rempah-rempah tersebut tetapi lambat laun mereka menguasainya. Mereka ingin menguasai sumber rempah rempah,karena adanya persaingan yang terjadi diantara negara Portugis,Spanyol,Belanda dan Inggris. Mereka takut tempat sumber rempah-rempah tersebut bisa jatuh ke tangan negara pesaingnya.

sumber:: Ratna Hapsari,Sejarah Indonesia kelas XI Erlangga

Sunday, September 18, 2016

MARHAENISME

Suatu hari Soekarno (Presiden RI I, pada waktu itu belum menjadi Presiden) berkeliling mengayuh sepeda tanpa tujuan hingga tanpa disadarinya Soekarno sudah berada di wilayah Bandung Selatan, suatu daerah pertanian. Ditempat tersebut ia bertemu dengan salah seorang petani dan terjadilah percakapan antara Soekarno dan petani tersebut.
Soekarno : "Siapakah pemilik tanah yang kau garap ini?"
Petani      : "saya juragan"
Soekarno : "Apakah engkau memiliki tanah ini bersama-sama dengan orang lain?"
Petani      : "Oh, tidak gan! Saya memilikinya sendiri"
Soekarno : "Apakah kau membeli tanah ini?"
Petani      : "Tidak, itu turun temurun diwariskan dari orangtua kepada anaknya"
Soekarno : "Bagaimana dengan sekopmu? Sekop ini kecil, tapi apakah ini milikmu juga?"
Petani      : "Ya,Gan!"
Soekarno : "Dan cangkul itu? Bajak?"
Petani      : "Ya gan,milik saya"
Soekarno : "Lalu hasilnya untuk siapa?"
Petani      : "Untuk saya, gan"
Soekarno : "Apakah hasilnya cukup untuk kebutuhanmu?"
Petani      : "(dia mengangkat bahu sebagai bentuk kekecewaan). Bagaimana mungkin sawah yang
                  begini sempit bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan seorang istri dan empat anak?"
Soekarno : "Apakah kau jual sebagian hasilnya itu?"
Petani      : "Hasilnya hanya sekedar cukup untuk makan kami, tidak ada lebihnya untuk dijual"
Soekarno : "Apakah kau mempekerjakan orang lain?"
Petani     : "Tidak,gan. Saya tidak mampu membayarnya"
Soekarno: "Apakah engkau pernah kerja pada orang lain?"
Petani     : "Tidak,gan. Saya harus membanting tulang, tetapi jerih payah saya semua untuk diri saya"
Soekarno: "Siapa pemilik rumah itu? Sambil menunjuk pada sebuah gubuk kecil"
Petani     : "Itu rumah saya gan, kecil tetapi milik saya sendiri"
Soekarno: "Jadi kalau begitu semua milikmu?"
Petani     : "Ya gan"
Soekarno: Siapa namamu?"
Petani     : "Marhaen"

Pada saat itu Soekarno seakan mendapatkan ilham dan menamai seluruh rakyat Indonesia yang bernasib malang seperti petani tersebut dengan nama Marhaen. Seorang Marhaen adalah orang yang memiliki alat-alat yang sedikit, orang kecil dengan milik kecil, dengan alat-alat kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, tidak bekerja untuk orang lain dan juga tidak dipekerjakan orang lain. Marhaenisme adalah praktik sosialisme Indonesia, Marhaenisme adalah lambang dari penemuan kembali kepribadian bangsa Indonesia.

Dikutip dari buku: Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Media Pressindo, 2007

Saturday, September 17, 2016

Fasisme

fasisme adalah sebuah gerakan politik penindasan yang pertama kali berkembang di Italia setelah tahun 1919 dan kemudian di berbagai negara di Eropa,sebagai reaksi atas perubahan sosial politik akibat Perang Dunia I.Kata fasisme berasal dari kata latin 'fasces' artinya kumpulan tangkai yang diikatkan pada sebuah kapak yang melambangkan otoritas di Roma kuno. Istilah Fasisme digunakan di Italia pertama kali pada masa pemerintahan Benito Mussolini yang berkuasa pada tahun 1922-1924.setelah Italia pemerintahan Fasis kemudian berkembang di Jerman dari tahun 1933-1945.Spanyol fasisme berkembang dari 1939-1975. untuk memahami fasisme kita dapat cermati dari deskripsi yang ditulis oleh Mussolini untuk ensiklopedia Italia pada tahun 1932: 
'fasisme,semakin ia mempertimbangkan dan mengamati masa depan dan perkembangan kemanusiaan secara terpisah dari berbagai pertimbangan politis saat ini,semakin ia tidak mempercayai kemungkinan ataupun manfaat dari perdamaian abadi.dengan begitu ia tak mengakui doktrin pasifisme yang lahir dari penolakan atas perjuangan dan suatu tindakan pengecut pengorbanan.peranglah satu- satunya yang akan membawa seluruh energi manusia ke tingkatannya yang tertinggi dan membubuhkan cap kebangsawanan kepada orang-orang yang berani menghadapinya.semua percobaan lain adalah cadangan,yang tidak akan pernah benar-benar menempatkan manusia kedalam posisi dimana mereka harus membuat keputusan besar pilihan antara hidup atau mati....(kaum fasis) memahami hidup sebagai tugas dan perjuangan dan penaklukan,tetapi diatas semua untuk orang lain mereka yang bersama dan mereka yang jauh,yang sejaman dan mereka yang akan datang'
cukup jelas gagasan utama di balik fasisme adalah ide Darwinisme mengenai konflik dan perang.Darwinisme mengatakan bahwa yang kuat bertahan hidup,yang lemah punah.atas dasar tersebut manusia harus berada dalam perjuangan terus menerus untuk dapat bertahan hidup,karena dikembangkan dari gagasan ini fasisme membangkitkan kepercayaan bahwa suatu bangsa hanya dapat maju melalui perang dan memandang perdamaian sebagai bagian yang memperlambat  kemajuan .
fasisme merupakan ideologi nasionalistik dan agresif yang didasarkan pada rasisme,dimana suatu negara menganggap negaranyalah yang paling unggul dan mempunyai cita-cita untuk menguasai negara lain,menghinakannya dan tidak menyesali timbulnya penderitaan hebat terhadap rakyatnya sendiri dalam prosesnya.Negara fasis akan menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuannya tersebut seperti peperangan,pendudukan,pembantaian dan pertumpahan darah.
 
sumber : Harun Yahya,Menyingkap Tabir Fasisme.Dzikra 2004