Monday, August 12, 2013

Bagaimana Mummi dibuat?

Herodatus seorang Yunani Kuno mengunjungi Mesir pada tahun 4OO an sebelum masehi. Ia diberi tahu bahwa dibutuhkan waktu 7O hari untuk membuat mummi.15 hari untuk membersihkan mayat 4O hari untuk mengeringkannya dan 15 hari untuk membalutnya.
lima belas hari pertama pembuatan mumi adalah membersihkan mayat
Didalam tenda mayat dimandikan dengan air garam kemudian mayat dibawa ke tenda Rumah kecantikan. Disini otak dikeluarkan dan dibuang. bagian perut disayat atau dibuat rongga untuk mengeluarkan hati,paru-paru,usus serta lambung.
Jantung dibiarkan tetap didalam tubuh,karena bangsa Mesir percaya bahwa jantung adalah pusat kecerdasan dan sangat dibutuhkan untuk memandu seseorang dikehidupan selanjutnya.
Didalam tenda  kantung-kantung kecil dari linen diisi dengan Natron. kantung - kantung tersebut dimasukan ke dalam mayat kosong melalui perut yang sudah diberi rongga.selain natron,kain-kain bekas,jerami,rumput kering dan serbuk kayu dimasukan kedalam mayat. benda-benda tersebut membantu membentuk tubuh manusia.
proses pengeringan mayat selama 4O hari
Mayat dibaringkan diatas meja dan diselimuti lapisan tebal natron. selama 4O hari pengeringan,natron menyerap cairan dari mayat.
setelah proses ini selesai pembuat mumi menyingkirkan natron dan mengeluarkan bahan-bahan yang digunakan untuk mengisi mayat.
mayat yang kering telah kehilangan sekitar tiga per empat dari bobot aslinya dan mengerut,memgeras serta berwarna biru kehitaman. mayat itu hampit tidak mirip tubuh manusia 
sama sekali
lalu bagaimana caranya agar mayat terlihat hidup?
rongga tubuh diisi dan kulit diolesi minyak dan rempah-rempah untuk membuatnya lunak dan berbau wangi. kemudian mayat tersebut dipasangi mata dan rambut palsu dan dirias. terakhir resin pohon dituangkan diatas mayat resin ini dituangkan untuk membentuk lapisan keras untuk mencegah pertumbuhan kapang.
proses pembalutan mayat selama 15 hari
mayat dibalut dengan pita linen selebar 6cm-2O cm.dimulai dari kepala.selama pembalutan amulet/jimat keberuntungan diletakan diantara lapisan-lapisan linen. tujuannya untuk melindungi mayat dari marabahaya dalam perjalanannya menuju kehidupan selanjutnya.setelah mayat dibalut resin dituang diatas muni agar kedap air. langkah paling akhir mayat dipasangi topeng wajah.
Mayat kemudian dimasukan kedalam peti yang dibentuk seperti manusia
Mumi dikubur bersama benda-banda penting yang dibutuhkan seperti perabot,pakaian,senjata dan perhiasan.

sumber : 1OO fakta tentang Mumi,sygma.

Sunday, June 30, 2013

Sejarah Tulisan Mesir Kuno

Huruf Hieroghliph sudah cukup lama dikenal orang akan tetapi mengenai artinya hampir selama lima belas abad tidak ada seorangpun yang dapat memahaminya. Ada yang mengira Hierogliph adalah sarana mistik untuk upacara suci keagamaan yang teramat rahasia dan hanya diketahui oleh para Imam Agung. Lambat laun misteri ini mulai terungkap ketika tanpa sengaja pasukan Perancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte menemukan sebuah lempengan batu besar berwarna hitam yang bertuliskan huruf-huruf hierogliph.
 
Benda yang amat berharga ini ditemukan ketika pasukan Napoleon  sedang menggali parit didekat daerah Rasid yang termasuk wilayah Rosetta pada tahun 1779 M. Benda ini kemudian diangkut ke Perancis dan dijadikan koleksi pribadi Napolleon. Para ahli purbakala Perancis sangat mengagumi benda itu. Diantara mereka yang paling tekun mempelajari kerumitan lambang-lambang aneh tersebut adalah Jean Francois Champoleon seorang ahli bahasa. Berkat ketekunan yang luar biasa selama empat belas tahun saksi bisu peradaban Mesir itu mulai berbicara. Ternyata hierogliph itu menyajikan dua bahasa yang berbeda. Pada bagian atas tertulis aksara hierogliph asli sedangkan pada bagian bawah tertera terjemahan dalam bahasa Yunani Kuno.
 
Batu Rosetta itu ternyata menyatakan suatu puji-pujian ditujukan pada Ptolemeus pada tahun 196 SM. Adapun kata pertama yang berhasil di terjemahkan adalah Ptolemeus yang juga tertera dalam naskah Yunani Kuno. Meskipun sukar diterjemahkan, kedelapan lambang yang tertera sebagai huruf hieogliph itu dengan keyakinan dapat diterjemahkan sebagai gambar kata.
 
Setelah diselidiki ternyata dalam tulisan Hieroghliph terdapat tujuh ratus gambar dan lambang yang berbentuk manusia, hewan atau benda-benda. Hierogliph ini ada yang tertulis dari atas kebawah, kanan ke kiri, atau kiri ke kanan sedangkan membacanya harus menurut arah yang berlawanan. Sebagian besar banyak terdapat pada bangunan-bangnan keagamaan.
 
Setelah para ahli melakukan penelitian maka mereka berkesimpulan bahwa Hierogliph berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti ukiran suci.
Sumber: Seri Penerbitan Sejarah Peradaban Manusia Zaman Mesir Kuno 1. Penerbit Multiguna CV-Jakarta

Sunday, May 26, 2013

Fakta Mengenai Tempat terjadinya Banjir Nabi Nuh

Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah meninggalkan ayat-ayat Allah dan menyekutukanNya dan mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. Meskipun Nabi Nuh telah berkali-kali menasehati umatnya agar mentaati perintah Allah mereka masih saja ingkar sehingga azab dari Allah pun datang kepada umat Nabi Nuh yang durhaka berupa banjir dan ditenggelamkannya. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-A'Raaf : 64):
"Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya didalam bahtera, dan kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)".

Lokasi Banjir Nabi Nuh
Daratan Mesopotamia (Irak) diduga kuat sebagai lokasi banjir Nabi Nuh. Disini terdapat peradaban tertua yang dikenal sejarah. Banyak penggalian telah dilakukan untuk meyelidiki banjir yang telah menenggelamkan daratan-daratan Mesopotamia. Dalam berbagai penggalian di wilayah tersebut di empat kota utama ditemukan jejak-jejak yang menunjukan terjadinya banjir besar. Kota-kota tersebut adalah Ur, Erech, Kish dan Shuruppak. Secara geografis di wilayah Mesopotamia sangat memungkinkan terjadinya banjir besar  karena berada diantara sungai Eufrat dan Tigris.Kedua sungai inilah yang mungkin meluap membanjiri wilayah tersebut.

Sumber: Harun Yahya (2003). Negeri-negeri yang Musnah. Bandung: Dzikra

Saturday, May 25, 2013

Para Penghuni Gua......Siapakah Mereka?

Surat ke-18 Al-Quran yang dinamakan Al-Kahfi (berarti Gua) menceritakan tentang sekelompok pemuda yang berlindung di sebuah gua untuk bersembunyi dari penguasa yang mengingkari Allah yang senantiasa melakukan penindasan dan ketidakadilan atas mereka yang beriman.
Menurut kepercayaan yang umum, para penghuni Gua yang dipuji baik menurut sumber Islam maupun Nasrani, adalah korban dari tirani yang kejam yaitu Decius seorang Kaisar Romawi. Para pemuda ini memperingatkan  kaum yang memeluk Politheisme. Ketidakacuhan kaum mereka terhadap   penyampaian risalah tersebut, meningkatnya penindasan Kaisar dan ancaman pembunuhan terhadap mereka membuat mereka meninggalkan tempat tinggal mereka.
Sebagaimana dibenarkan dokumen-dokumen sejarah, pada saat itu banyak kaisar yang melaksanakan penindasan sewenang-wenang terhadap mereka yang menganut agama Nasrani yang asli. Dalam sebuah surat yang ditulis oleh Gubernur Romawi Pilinius (69-113M) kepada kaisar Trayanus ia merujuk sekelompok kaum Messiah (Nasrani) yang dihukum karena menolak menyembah patung Kaisar.

Dimanakah letak Gua tersebut?
Berdasarkan Surat Al-Kahfi ayat 17:
Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka kesebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka kesebelah kiri sedang mereka dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa yang disesatkanNYA maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Berdasarkan ayat tersebut diatas, memang terdapat sebuah Gua yang mirip dengan gua yang disebutkan dalam Al-Quran yang terletak disebuah Gunung yang dikenal dengan Encilus atau Bencilus di Barat Laut Tarsus. Hal ini berdasarkan pandangan dari para ilmuwan Islam salah satunya adalah Ath Thabari yang menetapkan bahwa nama gunung tempat gua tersebut adalah Bencilus yang terletak di Tarsus.
Tetapi ada juga yang berpandangan bahwa gua tersebut berada di Ephesus. Ephesus  dianggap sebagai tempat suci bagi agama Nasrani karena di kota tersebut ada sebuah rumah yang katanya dimiliki perawan Maria dan kemudian berubah menjadi Gereja jadi sangatlah mungkin bahwa para penghuni gua pernah hidup di salah satu diantara tempat-tempat suci tersebut,bahkan beberapa sumber Nasrani menyatakan kepastiannya bahwa itulah tempatnya.

Sumber: Harun Yahya (2003). Negeri-negeri yang Musnah. Bandung: Dzikra